Sunday, April 30, 2006

SENI BELA DIRI



PENGENALAN SENI BELA DIRI

Seni bela diri merupakan satu kesenian yang timbul sebagai satu cara seseorang itu mempertahankan diri. Seni bela diri telah lama wujud dan pada mulanya ia berkembang di medan pertempuran sebelum secara perlahan-lahan apabila peperangan telah berkurangan dan penggunaan senjata moden mula digunakan secara berleluasa, seni bela diri mula berkembang dikalangan mereka yang bukannya anggota tentera tetapi merupakan orang awam.


Boleh dikatakan seni bela diri terdapat di merata-merata di dunia ini dan hampir setiap negara mempunyai seni bela diri yang berkembang samaada secara tempatan atau diubah suai daripada seni bela diri luar yang meresap masuk. Sebagai contoh seni silat adalah seni bela diri yang berkembang di negara ASEAN dan terdapat di Malaysia, Indonesia, Thailand, dan Brunei.


Bagaimanapun kemudahan perhubungan dan komunikasi yang adapada masa ini memudahkan perkembangan idea dan seni bela diri tidak lagi terhad di tanah asalnya tetapi telah berkembang keseluruh dunia.


Seni bela diri juga terbahagi kepada beberapa jenis daripada seni tempur bersenjata tajam, senjata tidak tajam seperti kayu, dan seni tempur tangan kosong. Di antara jenis-jenis seni bela diri yang ada adalah seperti berikut:

Aikido
Capoeira
Gulat
Hapkido
Jiu Jitsu
Judo
Kalaripayat
Karate
Kendo
Kung fu
Silambam
Silat
Taekwondo
Tomoi
Wing Tsun
Wun-hup-kuen-do
Wushu

AIKIDO

Aikido adalah salah satu seni beladiri asal Jepun yang diciptakan oleh Morihei Ueshiba. Aikido diciptakan pada era modernisasi Jepang yang berlangsung sekitar tahun 1800-an. Beladiri ini merupakan kombinasi dari ilmu pedang Kenjutsu dan Jujutsu yang juga merupakan bentuk seni beladiri tradisional Jepang. Pengaruh Kenjutsu tampak dalam pengaturan gerakan gerakan atau langkah langkah kaki. Sedangkan pengaruh jujutsu tampak dalam penggunaan teknik kuncian dan lemparan.

Aikido adalah salah satu seni mempertahan diri yang berasal dari Jepun yang dicipta oleh Morihei Ueshiba. Aikido diciptakan pada era modernisasi Jepun yang berlangsung sekitar tahun 1800an. Beladiri ini merupakan kombinasi dari ilmu pedang Kenjutsu dan Jujutsu yang juga merupakan bentuk seni bela diri tradisional Jepun. Pengaruh Kenjutsu boleh dilihat dalam pengaturan gerakan-gerakan atau langkah kaki. Sedangkan pengaruh jujutsu pula kelihatan dalam penggunaan teknik kuncian dan lemparan.


Seni mempertahankan diri ini dicipta dengan menekankan harmonisasi dan keselarasan antara ki (tenaga dalam) individu dengan ki alam semesta. Aikido juga menekankan pada prinsip kelembutan dan bagaimana untuk mengasihi serta membimbing lawan. Prinsip ini diterapkan pada gerakan-gerakannya yang tidak menangkis serangan lawan atau melawan kekuatan dengan kekuatan tetapi "mengarahkan" serangan lawan untuk kemudiannya menundukkan lawan tanpa ada niat untuk mencederai lawan. Berbeza dengan seni mempertahankan diri lain yang pada umumnya lebih mengutamakan pada latihan kekuatan fizikal dan stamina, Aikido mendasarkan latihannya lebih pada penguasaan diri dan kesempurnaan teknik. Teknik-teknik yang digunakan dalam Aikido kebanyakan berupa teknik elakan, kuncian, lemparan dan bantingan. Sementara teknik-teknik pukulan ataupun tendangan biasanya jarang digunakan. Falsafah-falsafah yang mendasari Aikido, iaitu kasih dan konsep mengenai ki inilah yang membuat Aikido menjadi suatu seni mempertahankan diri yang unik.


Sistem tingkatan yang harus dilalui oleh seorang pelajar aikido (digelar aikidoka) hampir sama dengan yang digunakan oleh seni bela diri asal Jepun lainnya, iaitu sistem Kyu untuk tingkat asas dan Dan untuk tingkat mahir. Secara ringkas, aikidoka baru (tingkat Kyu 6) hingga Kyu 4 menggunakan tanda berupa sabuk yang berwarna putih. Sementara aikidoka yang mencapai tingkatan Kyu 3 hingga 1 menggunakan sabuk berwarna coklat. Tingkatan selanjutnya adalah Dan, dan aikidoka yang berjaya mencapai tingkatan ini ditandai dengan sabuk yang berwarna hitam serta peralatan tambahan berupa celana panjang bernama Hakama. Celana seperti ini biasa dipakai oleh samurai-samurai pada zaman dahulu.


Seni beladiri ini diciptakan dengan menekankan harmonisasi dan keselarasan antara energi ki(prana) individu dengan ki alam semesta. Aikido juga menekankan pada prinsip kelembutan dan bagaimana untuk mengasihi serta membimbing lawan.

Prinsip ini diterapkan pada gerakan-gerakannya yang tidak menangkis serangan lawan atau melawan kekuatan dengan kekuatan tetapi "mengarahkan" serangan lawan untuk kemudian menaklukkan lawan tanpa ada niat untuk mencederai lawan. Berbeda dengan beladiri pada umumnya yang lebih mengutamakan pada latihan kekuatan fisik dan stamina, Aikido lebih mendasarkan latihannya pada penguasaan diri dan kesempurnaan teknik. Teknik teknik yang digunakan dalam Aikido kebanyakan berupa teknik elakan, kuncian, lemparan, bantingan. Sementara teknik teknik pukulan maupun tendangan dalam praktiknya jarang digunakan.Falsafah falsafah yang mendasari Aikido, yaitu kasih dan konsep mengenai ki inilah yang membuat Aikido menjadi suatu seni beladiri yang unik.


Sistem tingkatan yang harus dilalui oleh seorang praktisi aikido hampir sama dengan yang digunakan oleh seni beladiri asal Jepang lainnya, yaitu sistem Kyu untuk tingkat dasar dan Dan untuk tingkat mahir. Secara singkat, praktisi yang berada di tingkat kyu 6 sampai kyu 4 menggunakan tanda berupa sabuk yang berwarna putih. Sementara praktisi yang mencapai tingkatan kyu 3 sampai 1 menggunakan sabuk berwarna cokelat. Tingkatan selanjutnya adalah Dan. Praktisi yang mencapai tingkatan ini ditandai dengan sabuk yang berwarna hitam serta aksesoris tambahan berupa celana panjang bernama Hakama. Celana seperti ini biasa dipakai oleh para samurai pada jaman dahulu.

CAPOEIRA



Capoeira merupakan sebuah olah raga bela diri yang dikembangkan oleh para budak Afrika di Brasil pada sekitar tahun 1500-an. Gerakan dalam capoeira menyerupai tarian dan bertitik berat pada tendangan. Pertarungan dalam capoeira biasanya diiringi oleh musik dan disebut Jogo. Capoeira sering dikritik karena banyak orang meragukan keampuhannya dalam pertarungan sungguhan, dibanding seni bela diri lainnya seperti Karate atau Taekwondo.

apa itu capoeira? Bahkan, bagi orang yang telah menyaksikannya sendiri, capoeira sulit untuk serta-merta didefinisikan. Suatu tarian? Suatu permainan? Suatu ilmu bela diri? Jawabannya, capoeira adalah gabungan itu semua dan lebih lagi. Dan, para pemain capoeira-yang disebut capoerista atau capoeira-meyakini itu dan menjalaninya.


Capoeira memang Brasil. Namun, orang tak sepakat mengenai asalnya. Bira Almeida, seorang pendekar capoeira yang dikenal orang dengan sebutan Mestre Acordeon dan yang melatih di San Francisco, AS, mengatakan ada tiga teori mengenai asal bentuk kesenian yang melibatkan gerakan, musik, dan unsur-unsur filsafat praktis itu. Ada yang percaya capoeira telah terbentuk di Afrika dan dibawa dalam bentuk yang sudah jadi oleh budak-budak dari tanah Afrika. Teori kedua menyebutkan capoeira diciptakan orang-orang Afrika dan keturunannya di daerah pedalaman Brasil, sedangkan teori ketiga menyebutkan capoeira diciptakan orang-orang dari Afrika di salah satu pusat perkotaan Brasil.


Walau pendukung masing-masing teori memberikan argumen yang mendukung dan yang sudah didiskusikan sejak lama, teori yang paling banyak diterima adalah teori yang kedua bahwa para budak Afrika membawa berbagai unsur kebudayaan dari tanah asalnya, lalu mengolah dan menggabungkannya di tanah Brasil, sehingga terciptalah apa yang disebut capoeira.
Waldeloir Rego-seorang sosiolog Brasil-dalam bukunya, Capoeira Angola, yang diterbitkan Editora Itapua tahun 1968, berpendapat capoeira diciptakan di Brasil dengan serangkaian gerakan dan irama yang terus diperbaiki dan disesuaikan dengan perkembangan sosial dan ekonomi masyarakat.


Nestor Capoeira, penulis beberapa buku panduan capoeira, menyebutkan apa yang diyakini oleh sebagian besar capoerista bahwa itu merupakan sintesis tarian, pertarungan, dan alat musik dari berbagai kebudayaan berbeda, dari berbagai wilayah Afrika. Sintesis itu diciptakan di tanah Brasil, kemungkinan di Salvador, ibu kota negara bagian Bahia, pada masa perbudakan, terutama selama abad ke-19.

Capoeira merupakan sejenis silat yang diperkembangkan oleh abdi Brazil semasa zaman jajahan. Silat ini berkait rapat dengan paranawe, sejenis tarian tradisional di negara tersebut.
Silat ini dicirikan oleh pergerakan yang cekap serta rumit, dan selalunya dilaksanakan dengan melekapkan badan atas lantai ataupun berdiri terbalik. Capoeira sentiasa dimain dengan muzik dan terdiri daripada dua gaya yang utama:
Angola: dicirikan oleh pergerakan yang lambat dan menumpukan kepada upacara amal serta tradisi capoeira;
Regional (disebut heh-jeeh-oh-nahl): dicirikan oleh pergerakan akrobat dengan penumpuan kepada teknik dan strategi.
Kedua-dua gaya ditandakan dengan penggunaan helah dan pergerakan berpura-pura serta gerak kaki yang meluas seperti ayunan, tendangan dan sondolan.


Keasalan perkataan capoeira telah dipertikaikan. Ada yang mengatakan perkataan ini merujuk kepada kawasan hutan yang telah dipugar. Bagaimanapun, cendekiawan Afro-Brazil, Carios Engenio, percaya bahawa perkataan ini merujuk kepada capa, sejenis bakul besar dan bulat yang dijunjung oleh abdi bandar yang menjual barang-barang. Menurut beliau, capoeira merujuk kepada orang yang menjunjung capa. Sebaliknya, K. Kia Bunseki Fu-Kiau, seorang cendekiawan Kongo, menggangap bahawa capoeira merupakan kecacatan perkataan kipura dalam bahasa Kikongo yang membawa maksud "mengepak-ngepak, bergerak pantas dari tempat ke tempat, bergelut ataupun bertumbuk". Khususnya, istilah ini digunakan untuk memerikan pergerakan ayam jantan dalam pertempuran.
Baru-baru ini, Capoeira telah dipopularkan oleh pelbagai filem dan permainan komputer serta ditonjolkan oleh muzik pop moden.


Apa pun teori yang diyakini orang, semua percaya bahwa budak-budak dari berbagai daerah di Afrika adalah orang-orang yang berperan utama dalam sejarah awal kelahiran capoeira di Brasil. Sampai awal abad ke-19, capoeira dan bentuk-bentuk lain ekspresi kebudayaan Afrika diizinkan, selain sebagai katup pengaman terhadap tekanan yang diciptakan oleh perbudakan, juga untuk maksud agar mereka tidak bersatu. Budak-budak itu adalah orang-orang Yoruba dan Dahomei dari kawasan yang kini menjadi Nigeria dan Liberia, orang Hausa, serta orang Bantu dari Angola, Kongo, dan Mozambik. Perbedaan budaya para budak itu diharapkan para penguasa membuat mereka terpecah-belah.


Namun, mulai sekitar tahun 1814, capoeira-yang sudah mulai terbentuk dengan bersintesisnya unsur-unsur kebudayaan Afrika yang beragam itu-dan bentuk-bentuk ekspresi kebudayaan Afrika lainnya ditekan. Bahkan, pada tahun 1892 capoeira dilarang, padahal empat tahun sebelumnya perbudakan dinyatakan dihapus. Motif penekanan dan kemudian pelarangan oleh penguasa tersebut adalah capoeira memberi rasa persatuan di kalangan orang-orang Afrika itu, menciptakan sebuah kelompok yang kecil dan erat, juga menciptakan orang-orang dengan kepiawaian yang berbahaya. Pada masa itu capoeira, terutama yang di Rio de Janeiro dan Recife, adalah bentuk yang penuh kekerasan.


Baru pada masa pemerintahan Presiden Getulio Vargas yang mulai berkuasa tahun 1930, penguasa mengurangi tekanan pada ekspresi kebudayaan rakyat, termasuk capoeira. Pendekatan pemerintahan Vargas ini mungkin yang memudahkan karya Mestre Bimba, yang bertekad memulihkan dan memperbarui efisiensi dan martabat capoeira.
DUA nama besar tidak bisa terlupakan dalam perkembangan sejarah capoeira. Mereka adalah Mestre Bimba, yang nama aslinya adalah Manuel dos Reis Machado, dan Mestre Pastinha atau Vicente Ferreira Pastinha (mestre adalah sebutan untuk guru capoeira yang diperoleh setelah puluhan tahun belajar ilmu itu). Mereka masing-masing dianggap sebagai perwujudan dari dua jenis capoeira: regional dan angola.


Bimba lahir pada 23 November 1899 di Salvador, Bahia (meninggal di Goiania tahun 1974). Menurut Bira Almeida dalam Capoeira, a Brazilian Art Form, Bimba mulai belajar capoeira pada usia 12 tahun dengan Betinho, seorang Afrika yang merupakan kapten kapal pada sebuah perusahaan pelayaran di kawasan Bahia de Todos os Santos (Teluk Semua Orang Suci) di Bahia.
Ketika berusia 18 tahun, Bimba mulai mengajar. Perannya dalam sejarah capoeira ditunjukkan ketika pada tahun 1932 dia menjadi mestre pertama yang membuka sekolah resmi capoeira. Pada 9 Juli 1937, alur sejarah capoeira berubah dengan diakuinya secara resmi sekolah capoeira itu oleh pemerintah.


Mestre Bimba adalah pendekar yang ternama dan ditakuti di masanya. Menurut Nestor Capoeira dalam Capoeira, Pequeno Manual do Jogador (Editora Record, 2002), Bimba mempunyai sebutan "Três Pancadas" (tiga pukulan), yang merupakan jumlah maksimum pukulan darinya yang bisa ditahan oleh lawannya.


Namun, yang lebih dikenang orang adalah sumbangannya pada capoeiragem, capoeira secara keseluruhan. Dia mengembangkan gaya yang disebut sebagai capoeira regional, memperbaiki kualitas teknik gerakan yang diajarkan, menciptakan sekuens latihan, dan memperkaya ilmu itu dengan sapuan dari batuque, suatu ilmu tari-pertarungan keras yang dipelajarinya dari ayahnya, Luiz Candido Machado. Metode pengajaran baru yang diperkenalkannya berdasarkan pada delapan sekuens dari jurus dan tendangan yang sudah ditetapkan untuk dua pemain.
Adapun Mestre Pastinha (1889-1982) dikenal sebagai tokoh yang berdedikasi mempertahankan dan mengajarkan capoeira tradisional yang disebut capoeira angola. Dia belajar capoeira dari seorang Afrika asal Angola bernama Benedito, yang menurunkan ilmunya kepada Pastinha cilik setelah melihat bocah berbadan kecil itu dipukuli seorang anak yang lebih besar.


Beberapa tahun setelah Bimba, Pastinha juga membuka sekolah capoeira untuk gaya yang tradisional itu di Pelourinho, kawasan historis Kota Salvador. Pastinha dikenal sebagai filsuf capoeira karena kegemarannya menggunakan aforisme. Salah satu favoritnya adalah "Capoeira é para homen, mulher e menino, só não aprende quem nao quiser" (capoeira adalah untuk lelaki, perempuan dan anak-anak, yang tidak mempelajarinya hanyalah mereka yang tidak mau), menegaskan keterbukaan ilmu itu bagi siapa pun.


Pada puluhan tahun silam itu jenis regional (dan Senzala yang berkembang di Rio de Janeiro) berkembang pesat, dengan Capoeira Angola dipertahankan oleh Pastinha dan murid-muridnya. Namun, sekitar 20 tahun lalu ada kebangkitan capoeira angola yang menjadi sangat populer. Kini banyak mestre dan sekolah capoeira, baik di Brasil maupun di luar Brasil, menggabungkan dua gaya itu karena masing-masing mempunyai kelebihan.


Capoeira disebut sebagai paduan seni dan bela diri karena olah fisik hanyalah satu unsurnya. Seorang yang belajar capoeira baru akan disebut sebagai capoerista kalau dia selain berlatih kemampuan fisik dan mempelajari sejarah serta filsafat ilmu itu juga menguasai lagu-lagu dan belajar alat musik capoeira. Menurut Eduardo Correia Filho (Contra-mestre Duda) dari Grupo Luanda, Bahia, seorang capoerista harus menguasai ilmu itu dalam teknik, filsafat, kultural, dan musik.


Musik menjadi bagian tak terpisahkan dalam praktik capoeira. Kata-kata dalam lagu capoeira mempunyai arti khusus bagi mereka yang mempraktikkannya, bisa cerita historis, filsafat, maupun ejekan dan canda. Untuk menjadi capoerista, seseorang juga harus mempelajari bagaimana memainkan alat musik tradisionalnya serta iramanya.


Ciri khas musik capoeira adalah alat musik yang disebut berimbau. Bentuknya mirip busur panah, terbuat dari kayu dan kawat (dari ban mobil), dengan cabaça (labu) kering yang telah dikeluarkan bagian dalamnya sebagai resonator. Alat musik yang disebut sebagai jantung capoeira itu bunyinya "tung-tung-tung". Selain itu, ada pandeiro (tamborin), atabaque (gendang), agogo, dan reco-reco.


PADA tahun 1970-an, capoeira mulai merambah ke luar Brasil dan diterima hangat di AS, Eropa, dan kemudian Australia. Menurut Bira Almeida atau Mestre Acordeon yang mengajar murid-murid Amerika di San Francisco, bagi murid-muridnya di AS itu, capoeira adalah seni yang mengagumkan namun pelik, yang memberikan tantangan fisik dan enigma filosofis dari konteks sosiokultural dan sejarah yang berbeda. Oleh karena itu, dia ingin memberikan capoeira kepada mereka dengan cara akurat dan selengkapnya.


Keaslian capoeira di luar Brasil, menurut dia, harus dipertahankan dengan pengetahuan sejarahnya, hormat kepada tradisi dan ritualnya, mengerti filsafatnya, serta penggunaan gerakan yang tepat.


Di Jakarta, sejak beberapa bulan lalu, telah diajarkan capoeira dari kelompok bernama Asociação Grupo Bahia de Capoeira. Pengajarnya, Paul Andrew Stevens, yang mempunyai sebutan Ratinho, belajar capoeira sejak delapan tahun lalu di Brasil, AS, dan kemudian Australia, antara lain pada Mestre Paulo dos Anjos (yang meninggal tahun 1998) di Salvador dan Mestre Cicatriz di Sydney. Selain latihan fisik, dia juga mengajarkan sejarah, filsafat, dan ritual, serta alat musik capoeira. Menurut anak muda 19 tahun ini, murid-murid Indonesia tidak mempunyai kesulitan dalam menangkap yang diajarkan. Yang perlu ditingkatkan dari mereka? "Motivasi," katanya.


Mengajarkan capoeira dalam bentuknya yang utuh di tempat dengan konteks budaya dan sejarah yang berbeda memang bukan hal mudah. Mereka yang belajar capoeira di luar Brasil harus mempelajari tidak hanya suatu ilmu bela diri, melainkan juga seni yang menjadikannya suatu kesatuan. Ini memang perlu motivasi yang besar.
Bagi mereka yang tinggal di Bahia, negara bagian Brasil sebelah timur laut, capoeira adalah bagian keseharian mereka. Seperti kata Contra-mestre Duda, "Capoeira ada dalam darah kami."


Bagaimana tidak ada dalam darah dan udara yang mereka hirup kalau capoeira di Bahia dapat Anda temui di mana pun. Di Pelourinho, bagian kota bersejarah Salvador, itu menjadi sajian harian. Juga di lapangan, di pantai, serta di academias (sekolah-sekolah), capoeira bertebaran di seluruh Kota Salvador.


Menyadari kekayaan budaya yang bisa dimanfaatkan demi masyarakat itulah sekelompok capoeirista yang bergerak dalam bidang pendidikan jasmani, baik guru maupun mahasiswa, di Bahia membentuk kelompok untuk mengajarkan capoeira di sekolah-sekolah. Ada tiga perkumpulan yang terlibat dalam upaya ini: Centro Cultural de Capoeira Sao Salvador (SSA), Grupo GUETO, dan Grupo Luanda. "Kami ingin memperlihatkan kepada masyarakat sumbangan yang bisa diberikan capoeira. Yang kami sampaikan adalah capoeira sebagai kebudayaan, tidak hanya capoeira sebagai olahraga," kata Duda dari Grupo Luanda.


Pada anak usia 4-6 tahun, mereka menggunakan capoeira dengan perspektif meningkatkan kemampuan motorik anak: tangan, kaki, kepala, penglihatan periferik. Bagi anak usia 7-11 tahun yang dianggap telah berkembang kemampuan motoriknya, aspek sosial ditambahkan pada aspek fisik sehingga anak belajar kolektivitas: ada yang main musik, ada yang menyanyi, ada yang bermain, ada yang bertepuk tangan, semua terlibat dalam roda de capoeira. Aspek sosial ini diperkuat lagi pada kalangan murid remaja.


Capoeira mempunyai ritualnya. Seni ini dipraktikkan dalam sebuah roda, lingkaran orang yang terlibat, yang sering disebutkan sebagai gambaran roda kehidupan dengan masing-masing orang memainkan perannya.
Sebuah roda tradisional dimulai dengan sang mestre memainkan berimbau sendirian, disambung dengan alat musik lain. Lalu sang mestre menyanyikan sebuah laidanha, disambung dengan bersama menyanyikan entrada atau chula, menandai permainan di tengah roda bisa dimulai. Permainan yang diiringi lagu-lagu jenis corridos itu dimulai dengan dua pemain berjongkok berhadapan di kaki berimbau (sehingga muncul istilah No pé do berimbau-di kaki berimbau), menyerap energi yang diciptakan oleh roda, sebelum saling menyentuhkan telapak tangan dan masuk ke tengah roda.


Ketika menyaksikan Duda, Professora Brisa (Carolina de Magalhães) dan suaminya Contra-mestre Jean Pangolim dari Grupo GUETO, Contra-mestre Zézo dari SSA (murid Mestre Zé Doró), Professor Boda, Professor Aranola, Mestre Lazinho, dan teman-teman mereka dengan penuh semangat dan kegembiraan bermain capoeira dengan anak-anak, yang terlintas di pikiran adalah betapa beruntungnya anak-anak Salvador itu. Mereka tidak sekadar bermain capoeira. Mereka mendapat kesempatan mempelajari bagian kebudayaan mereka dengan penuh sukacita karena dedikasi para capoerista itu.


Anak-anak itu secara tak langsung diajarkan hidup bermasyarakat. Seperti kata Duda, "Dalam capoeira, orang diajarkan menghormati sesamanya. Capoeira bukanlah sekadar pertarungan dari sudut pandang teknik, tetapi suatu jogo (permainan) di mana Anda tidak ’bermain melawan’ (joga contra) melainkan ’bermain dengan’ (joga com) mitra Anda." (Diah Marsidi)

HAPKIDO

Shin Son Hapkido merupakan salah satu olahraga bela diri yang berasal dari Korea di samping Taekwondo. Hapkido bergerak berdasarkan prinsip lingkaran yang memanfaatkan kekuatan lawan. Teknik-teknik dalam Hapkido antara lain meliputi pukulan, tendangan, kuncian, bantingan, jurus, serta latihan senjata

TAEKWONDO


Taekwondo atau Tae Kwon Do adalah olah raga dan seni bela diri nasional Korea, dan salah satu olah raga yang paling banyak dilakukan di dunia. Dalam bahasa Korea, Tae (태, Hanja 跆) berarti "menendang atau menghancurkan dengan kaki", kwon (권, Hanja 拳) berarti "tonjokan atau pukulan dengan tangan atau tinju", dan Do (도, Hanja 道) berarti "cara atau seni". Jadinya, Taekwondo adalah "seni tangan dan kaki".


Taekwondo diciptakan oleh Jendral Choi Hong Hi asal Korea Selatan, yang merupakan kombinasi antara Shotokan Karate dan Kungfu Shaolin Utara (yang mana pada saat ini justru kedua ilmu beladiri tersebut banyak mengadaptasi tendangan tendangan taekwondo untuk ditambahkan dalam "kamus" gerakan beladiri mereka, baca paragraf akhir!).

Taekwondo sangat popular di seluruh dunia, dan bentuk Taekwondo dari Kukkiwon-Federasi Taekwondo Dunia sekarang dipertandingkan di Olimpiade. Taekwondo telah dikritik karena tidak mengajarkan teknik yang efektif di jalan. Kritik ini berdasarkan penekanan taekwondo dalam tendangan tinggi, yang dipandang beberapa orang tidak praktis ketika digunakan musuh yang bergerak dan bertahan. Lainnya menganggap hal ini merupakan suatu keuntungan dalam perkelahian. Taekwondo digunakan dalam latihan pertarungan tanpa senjata di beberapa angkatan bersenjata (di Prancis, Lebanon, dan Iran sebagai contoh).


Taekwondo selalu menekankan kepada: meringankan tubuh, kecepatan kaki, tendangan tendangan tipuan, serta kombinasi dua atau tiga tendangan sekaligus dalam satu serangan.
Taekwondo dikenal juga sebagai ilmu beladiri pertama di dunia yang menemukan kombinasi tendangan putar dua kali diudara dan diakhiri dengan tamparan di wajah musuh dengan kaki depan (Dollge). Tendangan ini cukup populer dalam dunia layar lebar, dan sekarang gerakan Dollge tersebut sudah mulai di adaptasi oleh beladiri lainnya seperti Tang Soo Do, Shotokan Karate, serta Wushu.


KARATE



Karate adalah seni bela diri yang berasal daripada Jepun (Jepang). Seni bela diri karate dibawa masuk ke Jepun daripada Okinawa.


Asas karate adalah sama. Namun terdapat beberapa jenis gaya (stail) karate yang utama iaitu:


1. Shotokan. 2. Goju-Ryu. 3. Shito-Ryu. 4. Wado-Ryu.
Latihan asas karate terbahagi kepada tiga seperti berikut:
1. Kihon. Ia adalah latihan teknik-teknik asas karate seperti teknik menumbuk, menendang dan menangkis.
2. Kata. Ia adalah latihan jurus atau bunga karate.
3. Kumite. Ia adalah latihan bela diri atau tempur.
Pada zaman sekarang karate juga boleh dibahagikan kepada aliran tradisional dan aliran sukan (sport). Aliran tradisional lebih menekankan aspek bela diri dan teknik tempur manakalah aliran sukan lebih menumpukan teknik-teknik untuk pertandingan sukan.



PERTANDINGAN KARATE


Cara bermain Pertandingan karate dibagi atas dua jenis yaitu : 1. Komite (perkelahian) putera dan puteri 2. Kata (jurus) putera dan puteri Komite Komite dibagi atas komite perorangan dengan pembagian kelas berdasarkan berat badan dan komite beregu tanpa pembagian kelas berat badan (khusus untuk putera). Sistem pertandingan yang dipakai adalah reperchance (WUKO) atau babak kesempatan kembali kepada atlet yang pernah dikalahkan oleh sang juara. Pertandingan dilakukan dalam satu babak (2-3 menit bersih) dan 1 babak perpanjangan kalau terjadi serti, kecuali dalam pertandingan beregu tidak ada waktu perpanjangan. Kata Pada pertandingan kata yang diperagakan adalah keindahan gerak dari jurus, baik untuk putera maupun puteri. Sesuai dengan kata pilihan atau kata wajib dalam peraturan pertandingan. Luas Lapangan a. Lantai seluas 8 x 8 meter, beralas papan atau matras di atas panggung dengan ketinggian 1 meter dan ditambah daerah pengaman berukuran 2 meter pada tiap sisi. b. Arena pertandingan harus rata dan terhindar dari kemungkinan menimbulkan bahaya.

Peralatan Di Dalam Pertandingan Karate
Peralatan yang diperlukan dalam pertandingan Karate

1. Pakaian Karate (karategi) untuk kontestan

2. Hand Protector

3. Obi (ikat pinggang) untuk kedua kontestan berwarna merah dan putih

4. Alat-alat lain yang diperbolehkan tapi bukan menjadi keharusan adalah : - Gum Shield - Body Protector untuk kontestan putri - Groin Protector untuk kontestan putera

5. Pluit untuk arbitrator/alat tulis

6. Seragam wasit/juri - Baju putih - Celana abu-abu - Dasi merah - Sepatu karet hitam tanpa sol

7. Scoring board

8. Administrasi pertandingan

9. Lampu merah, hijau, kuning sebagai tanda waktu pertandingan dengan pencatati waktu (stop watch).

Karate atau karate-do (空手道) merupakan salah satu seni bela diri timur. Pada umumnya, karate lebih digambarkan dengan gerakan serangan dan belaan kaki dan tangan secara menyeluruh. Konsep yang diamalkan adalah berdasarkan kepada kefahaman umum adalah serangan-serangan lurus dan mendatar. Variasi belaan juga adalah lebih kepada kaedah mudah yang mana apabila difikirkan secara mudah, karate adalah satu seni yang ringkas dan lebih berpandukan kepada konsep 'tinju' teratur. Pandangan inilah yang menjadi faktor kesilapan kepada persepsi seni karate itu sendiri.


1 Aliran Karate
2 Karate dahulu dan sekarang
3 Falsafah Di Dalam Karate
4 Anekdot Karate



Aliran Karate


Asas karate adalah sama, namun terdapat berbagai gaya atau aliran karate. Di antara aliran utama karate adalah seperti berikut:
1. Shotokan 2. Shito-Ryu 3. Goju-Ryu 4. Wado-Ryu 5. Shorinji Kempo
Karate juga boleh dikategorikan sebagai aliran tradisional dan aliran moden (sport karate).
Aliran tradisional menumpukan aspek bela diri dan seni tempur manakala aliran moden lebih menumpukan kepada sukan atau pertandingan.
Asas latihan karate terbahagi kepada tiga peringkat iaitu:
1. Kihon. Ia adalah latihan teknik asas karate sepeti menumbuk, menendang, menangkis dan mengelak.
2. Kata. Ia adalah latihan jurus atau bunga karate.
3. Kumite. Ia adalah latihan bela diri atau seni tempur.

Karate dahulu dan sekarang
Salah tafsir Sebenarnya, kebanyakan karate yang diperkenalkan pada masa kini merupakan satu olahan kepada peringkasan seni beladiri yang terdahulu seperti kempo dan sebagainya. Ramai pengamal karate tidak mengetahui bahawa di dalam karate, seni dan pergerakan yang ditawarkan adalah jauh lebih hebat dan unik daripada apa yang dipamerkan dewasa ini.
Konsep asas Juzuk karate di zaman moden ini, telah menafsirkan penggunaan seni yang tersusun dan berdasarkan keringkasaan penting yang diperkenalkan. Ini termasuklah kepada pergerakan membalas di mana setiap tangkisan dibahagian kiri akan diikuti dengan tangkisan di sebelah kanan. Tujuan pergerakan ini adalah bagi membentuk keseimbangan 'Ying dan Yang'.
Perbezaan seni Perbezaan di antara seni beladiri Jepun yang menjadi kepada asas atau penanda seni karate masa kini adalah ketidak seimbangan 'Ying dan Yang' yang diamalkan mampu membentuk kepada seni yang amat berbisa. Kaedah seni beladiri dahulu yang lebih kepada seni untuk peperangan (arts for war)dimana lebih bertujuan pratikal bagi menghadapi jumlah lawan dalam julat yang besar. Seni asal karate yang digunakan ini tidak lagi diperkenalkan secara menyeluruh dan hanya diwarisi oleh golongan-golongan tertentu sahaja bagi tujuan pengekalan ilmu sahaja.


Sejarah karate tradisional Karate didalam penggunaan perang telah dipraktikkan digunakan secara meluas melalui para samurai (pahlawan diraja) yang mana ianya lebih menetapkan kepada variasi mengenalpasti pergerakan musuh, dan bertindak berdasarkan kepada refleks tindakan yang telah dilatih bertahun-tahun lamanya.


Seni peperangan tidak beridentiti ini kemudian diberikan nama Kuk Ryu Kempo (tinju tangan pendek) yang mana diamalkan oleh para sami-sami di jepun. Kempo ini menjadi satu fahaman yang membentuk kepada asas seni beladiri karate setelah dicampur-olahkan oleh pengasas-pengasas karate-karate terkenal sehingga menjadi kepelbagaian aliran seperti Shotokan, Kushinkukai, Shito-Ryu dan sebagainya.


Secara asasnya, fahaman karate dimasa sebelum seni beladiri kempo diubahsuai kepada lebih bersistematik, masih mengekalkan kepada kaedah fahaman kempo (tinju) yang menekankan kepada jarak dekat. Beladiri unik tidak bernama ini hanya digelar sebagai Kempo (sebagai memudahkan identiti) telah dilatih kepada golongan-golongan terpelajar di jepun yang digelar sebagai cendiakawan perang. Antara cendiakawan perang terkenal ialah funakhoshi.
Cendikiawan-cendekiawan ini telah mencadangkan kepada satu penubuhan seni beladiri global yang lebih mudah dan lebih dikenali, namun mendapat tentangan hebat oleh guru-guru tua kempo kerana keaslian dan kefahaman agama didalam kempo akan hilang. Setelah dinasihatkan oleh pihak istana, maka golongan guru-guru tua terpaksa merelakan seni kempo mereka diubah-modenkan secara menyeluruh dan seni beladiri ini dikenali sebagai karate do yang bermaksud 'seni untuk tangan kosong'.


Ilmu lama Walaubagaimanapun, pihak golongan guru tua tetap menyimpan dan menurunkan ilmu kempo yang telah sebati didalam kehidupan mereka kepada golongan-golongan tertentu yang dipilih berdasarkan kepada syarat-syarat ketat yang dikenakan. Golongan itu ialah anak-anak muda petani didaerah utara jepun jauh dari kepulauan okinawa. Seni kempo ini kemudian diberi nama Kempo ka jutsudimana ianya juga disusun semula oleh guru-guru tua berdasarkan kepada konsep yang sememangnya bertentangan dengan karate moden. Tujuan utama olahan ini adalah memastikan supaya jika berlaku pertembungan diantara pengamal kempo dan karate, maka pengamal kempo mampu menewaskan mereka dengan mudah.


Sejarah membuktikan bahawa terdapat beberapa guru-guru yang mempunyai 'dan' tertinggi ditewaskan oleh orang-orang tua di kepulauan Okinawa dengan gerakan-gerakan mudah lagi berbisa.


Dewasa ini, kempo ka jutsu tidak lagi ketahui siapa yang mengamalkannya kerana tidak diketahui mengenai pengamalnya. Namun begitu, para sami di kuil-kuil utama, golongan veteran penjaga diraja, golongan pembuat pedang samurai buatan tangan tetap mengakui mengenai kewujudan kempo ka jutsu ini. Golongan veteran ini telah memberi pengiktirafan utama kepada pengamal-pengamal seni mempertahankan diri ini. Dimana seni beladiri ini Berikutan dengan pertikaian diantara guru lama dan pengasas karate moden, pihak istana telah mengambil jalan bijak bagi mengekang pertelingkahan ini dengan mengadakan perbincangan di salah sebuah sekolah karate (dikenali sebagai 'Ryu')dan perbincangan dijalankan dengan berdasarkan kepada kuasa maharaja untuk membuat keputusan.


Berikutan dengan itu, maka seni kempo ka jutsu dikenali sebagai 'Karate Lama'atau old traditional karate dan seni karate moden dikenali sebagai 'Karate Moden'. Penamaan ini membolehkan mereka duduk disatu payung dan karate moden telah diwajibkan untuk dipopularkan kepada dunia luar. Manakala, bagi seni karate lama ini telah dijadikan silibus tertinggi bagi mendapatkan talipinggan tahap 8 Dan keatas.
Silibus karate Lama (old traditional karate)
Konsep asas Karate Lama menggunakan asas peperangan terbuka sebagai sistem dimana peperangan menjadi tunjang kepada pergerakan utama.
Kempo boleh dikenali dengan penggunaan tangan melurus kehadapan tanpa kekuda menepi dimana setiap kaki yang menjadi kekuda (stance) adalah membuka dari hadapan ke belakang dengan jarak yang kecil. Kedudukan menyerang ini amat merbahaya kerana membolehkan pengamalnya bergerak dan mengubahgerak kepada 9 arah berbeza yang hanya boleh dilakukan dengan kaki yang berdiri tegak sahaja. Kebiasaannya, kedudukan tangan adalah membengkok menghala kehadapan dan mudah untuk menyerang.
Serangan biasa ditujukan kepada pertemuan urat walaupun hanya untuk tumbukan dan belaan. Terdapat pelbagai variasi tumbukan dan gerakan tumbukan yang mana amat sukar untuk ditahan atau ditangkis, ditangkap dan kunci. Tumbukan bergaris dan membulat adalah digunakan secara serentak dan tidak mempunyai penamat yang mutlak.


Konsep 'Zen' amat dipraktikkan oleh pengamal seni kempo dimana merosakkan bahagian yang digunakan untuk menyerang. Antara tumbukan yang merbahaya adalah 'tumbukan iai' iaitu tumbukan angin dimana ianya digunakan untuk memecahkan dibahagian dalam berbanding merosakan bahagian luar. Oleh itu, konsep karate lama ini amat sesuai digunakan bagi menentang pakar-pakar Muay Thai yang mempunyai tulang dan anggota badan yang kuat dan keras.


Kedudukan tegap dan berubah mengikut arah juga amat sesuai bagi menentang sebarang seni beladiri yang berbentuk kuncian dan tempur jarak dekat. Kaedah untuk menyerang juga teleah disusun agar dapat digunapakai secara meluas lagi berkualiti bagi memastikan agar sebarang serangan dibuat kepada seni beladiri yang berbentuk menanti dapat ditangani dengan berkesan. Humbanan juga dapat dikekang dengan mudah dan memang diketahui oleh pengasas seni aikido seperti morehei usheiba mengetaui mengenai perkara ini dan satu perjanjian dibuat bagi menghormati keharmonian seni beladiri jepun dan sebarang pergaduhan antara pengamal kedua-dua pihak haruslah disimpan dan dielakkan sama sekali.
Konsep pertahanan karate klasik
Berbeda dengan aplikasi karate moden, karate tradisi mengamalkan satu konsep yang amat kompleks untuk difahami. Konsep yang unik ini dinamakan Ryu Ka Kempo yang membangunkan pembelaan secara metaliti dan metafizik.


Tangkisan dan elakan merupakan takrif awal bagi pertahanan seseorang. Tangkisan bermaksud sentuhan terus dan berbentuk secara langsung sementara elakan bermaksud mengelak daripada tersentuh tanpa sentuhan badan. Ada diantara seni beladiri kini memilih untuk menyerang sebagai pertahanan atau dalam fahaman awal iaitu "Menyerang sebagai bertahan". Konsep ini mentakrifkan sebagai membalas adalah lebih baik daripada hanya bertahan.
Kempo atau karate klasik ini mentakrifkan sebagai sifat kemanusiaan yang amat tinggi. Kelebihan yang amat ketara bagi ahli karate klasik dimana kebanyakan pengamal-pengamalnya adalah daripada golongan yang usianya agak lanjut ialah kelebihan daripada segi 'inner sense' yang mampu mengagak dan membaca serangan lawan seterusnya mengelak, menangkis dan membalas. Kemampuan inner sense inilah yang dikenali sebagai kemampuan metaliti. Kemampuan mentafizik pula ditakrifkan sebagai kemahiran berasaskan kepada sifat-sifat yang mesti digunapakai dalam bertahan iaitu selembut sutera sekeras besi waja dan selancar air mengalir dan setegap gunung fuji.


Secara asasnya, pengamal karate klasik dalam mengaplikasikan konsep pertahanan ialah dengan meletakkan dua garisan dalam minda sebagai (mind set) pedoman dalam belaan perseorangan mahupun lebih daripada seorang. Dua garisan dalam minda digambarkan sebagai benteng yang menjadi kawasan kawalan bagi menentukan sebarang tindakan membalas. Dalam mengaplikasikan kaedah ini, garisan pertama adalah untuk tumbukan dan garisan kedua adalah untuk tendangan.


Sebarang tumbukan atau tendangan yang dibuat oleh pihak lawan tidak akan dianggap membahaya jika tidak melepasi garis yang telah ditetapkan dalam minda pengamal. Acahan-acahan tumbukan dan tendangan ini tidak akan dilayan dan pengamal karate hanya berdiri diam sebagai persediaan minda. Hanya tumbukan dan tendangan yang melepasi garisan akan diambil layan samada mengelak, menangkis ataupun memusnahkan sepenuhnya serangan itu.


Falsafah Di Dalam Karate


1. Musnah bisa ular untuk buang bisa (Konsep serangan dan belaan dalam karate do)
Konsep ini amat popular dalam pengamal karate klasik, dimana ianya amat sesuai digunapakai dalam pertarungan satu lawan satu diantara pakar-pakai beladiri. Secara mudahnya, kebanyakan pengamal seni perang akan mempunyai kelebihan samada mata yang cekap dan tajam, tangan (tumbukan) yang laju dan pantas, kaki (tendangan) yang laju dan lincah, kemahiran dalam penggunaan senjata tertentu dan sebarang kelebihan yang ada untuk pertarungan. Konsep ini digunapakai untuk memusnahkan kelebihan-kelebihan ini yang dianggap sebagai bisa. Tangan akan dipatahkan, mata-mata urat diputuskan, kaki dipatahkan, mata dibutakan sebagai melemahkan lawan.


2. Air dan sutera


Bagi kaedah ini, tumbukan dan belaan adalah bagi kawalan vektor asas yang menyeluruh, tetap dan murni saksama dengan sebarang serangan yang dibuat oleh pihak lawan. Pergerakan yang lembut dan lancar dari mampu dikekang dengan mudah dan harmoni apabila pergerakan yang menyeluruh dan variasi yang lancar dapat dilaksanakan.


3. Mizu No Kokoro (Minda itu seperti air)
Sekiranya air di tasik itu tenang, maka ia boleh memantulkan imej dengan terang. Contohnya pada malam bulan mengambang, kita dapat melihat imej bulan mengambang di tasik yang tenang itu sangat terang dan sama seperti kita mendongak dan melihat bulan di langit. Namun apabila ketenangan tasik itu diganggu seperti dilontar dengan kelikir, maka tasik itu akan menimbulkan riak dan imej yang terbentuk di tasik itu tidak lagi jelas, malah akan kelihatan kabur (distorted). Begitulah juga minda perlu dijaga agar sentiasa tenang agar dapat membela diri dengan lebih cekap. Jika minda dikaburi dengan banyak gangguan fikiran, maka ia tidak mudah untuk bersedia membela diri.

Anekdot Karate


Berkenaan Falsafah Karate
Seorang murid baru bertanya kepada guru karate, mana teknik yang paling hebat dan berapa banyak teknik yang perlu dipelajarinya untuk dia menjadi kuat lalu dapat mengalahkan lawan yang lebih besar. Si guru menjawab, sesungguhnya jika seseorang itu mempelajari dan berlatih membuat tumbukan asas karate, 16 jam sehari, selama 16 tahun, maka tumbukan itu tetap berbisa dan dia akan menjadi kuat serta dapat mengalahkan lawan yang lebih besar daripadanya berbanding mempelajari pelbagai gerakan hanya untuk 16 hari sahaja. Sesuatu yang menjadi kebiasaan di dalam diri kita adalah kekuatan kita.

TOMOI

TERBIT rasa kagum bila menyaksikan pergerakan kaki dan tangan yang pantas dan lincah digayakan peninju tomoi atau lebih dikenali sebagai sukan Muay Thai. Seakan sukan tinju seperti yang sering kita saksikan dalam pertarungan di peringkat antarabangsa, tetapi Muay Thai menggunakan kaki dan tangan sebagai fokus perlawanan.Bagi menjejaki sukan Muay Thai,

“Sukan ini bukan saja memerlukan seseorang fokus kepada lawan masing-masing tetapi turut menggunakan pergerakan tangan, kaki, siku dan lutut.“Berbeza dengan tinju yang membataskan serangannya dengan tumbukan, Muay Thai menampilkan pergerakan lebih menyeluruh

Bagi peserta baru, mereka akan didedahkan dengan teknik sepak dan tumbuk pau sebagai pendedahan awal sebelum mempelajari banyak skil dalam sukan Muay Thai.Selepas menguasai peringkat asas, peserta akan diajar pula taktik, latihan tumbukan, sepakan kombinasi (pad work) dan light sparring untuk memastikan sama ada peserta dapat menguasai teknik yang diajar.

Pertandingan Muay Thai biasanya berlangsung sebanyak enam pusingan dengan tempoh lima minit bagi setiap pusingan.Menariknya, setiap pertandingan bermula dengan tarian langkah sembah oleh setiap peserta.

Muay Thai atau Tomoi adalah seni mempertahankan diri yang berasal dari Thailand.
Ia dikaitkan dengan sains lapan anggota badan, termasuk penggunaan tumbukan, tendangan, lutut dan siku.


Muay Thai menampilkan peralatan seperti sarung tangan tinju, seluar pendek tetapi lebih lebar (untuk memudahkan pergerakan), pembalut tangan dan monkung atau pengikat kepala yang biasanya digunakan ketika menyertai pertandingan.

4 Comments:

Blogger ASRUL EFFENDI said...

BLOG ANDA AGAK SEDIKIT BERTERABUR, TETAPI APA YANG ANDA INGIN SAMPAIKAN KEPADA PEMBACA TELAH TERCAPAI DIHARAP ANDA TERUSKAN MENULIS.......

11:55 PM  
Blogger abdooss said...

terima kasih blogger.. semoga ilmu dikongsi bersama untuk kebaikan..

3:51 AM  
Blogger halimatun saadiah atul said...

salam,thanks kongsi infrmation..:)

7:13 AM  
Blogger Ahdhor said...

salam. Mohon izin dari anda untuk berkongsi maklumat.Maklumat anda membantu saya untuk menulis karya dan risalah.

7:26 AM  

Post a Comment

<< Home